Keluarga Kekaisaran Jepang: Kisah dan Teka-Teki Penerusnya

Keluarga Kekaisaran Jepang
Kaisar Baru: Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako
Keluarga Kekaisaran Jepang: Kisah dan Teka-Teki Penerusnya
Kaisar Akihito: Biografi
Dari Hirohito Ke Akihito
Akihito: Menikahi Gadis Biasa
Akihito: Anak-anaknya
Kaisar Akihito: 1989 - 2019
Akihito: Krisis Keuangan
Lepas Gelar Putri Sayako
Kaisar Akihito: Pakar 'Ichthyology'
Akihito: Nama Ikan
Akihito: Penyakit
Akihito: Turun Tahta
Akihito: Turun Tahta
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako
Keluarga Kekaisaran Jepang
Permaisuri Masako
Putri Toshi Aiko
Kaisar Naruhito: Tantangan
Kaisar Naruhito dan Trump
Kaisar Naruhito dan Trump
Kaisar Naruhito Di Sidang Parlemen Jepang
Teka-teki Penerus Tahta Jepang
Putra Mahkota Akishino
Putri Mako dan Putri Kako
Putri Mako
Putri Mako
 Putri Mako: Perjalanan Tugas
Putri Kako
Apakah Putri Kako Sudah Punya Pacar?
Putri Kako
Pangeran Hisahito
Keluarga Kekaisaran Jepang
Keluarga Kekaisaran Jepang

Keluarga Kekaisaran Jepang sedang dalam masa transisi. Kaisar Akihito yang turun tahta pada tahun 2019, sedang menikmati masa pensiunnya bersama istrinya, permaisuri (emeritus) Michiko.

Kaisar Baru: Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako

Generasi yang baru telah mengambil alih kekuasaan dari Kaisar Akihito. Ini adalah Kaisar Naruhito dan permaisuri Masako.

Keluarga Kekaisaran Jepang: Kisah dan Teka-Teki Penerusnya

Kini apa yang bisa kita harapkan dari keluarga kekaisaran? Mari kita lihat kisah masa lalunya dan apa yang akan terjadi pada generasi berikutnya.

Kaisar Akihito: Biografi

Kaisar lama, Akihito, lahir di Tokyo pada tahun 1933. Dalam gambar ini tampak dia masih muda, sedang bermain dengan putranya.

Dari Hirohito Ke Akihito

Ayah Akihito, Hirohito, kehilangan status keistimewaannya setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Masa depan kekaisaran menjadi tidak pasti. Akihito sempat belajar bahasa Inggris selama pendudukan Amerika di Jepang dan belajar ilmu politik. Setelah berhasil melalui banyak perubahan, Akihito akhirnya  mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari masyarakat Jepang.

Akihito: Menikahi Gadis Biasa

Akihito adalah penguasa pertama yang menikahi perempuan biasa, Michiko Shöda. Dia adalah putri dari salah satu pengusaha tepung terbesar di Jepang. Mereka menikah pada tahun 1959.

Akihito: Anak-anaknya

Mereka memiliki tiga anak: Naruhito, Akishino (Fumihito), dan Sayako.

Kaisar Akihito: 1989 - 2019

Akihito naik tahta pada 7 Januari 1989 setelah kematian ayahnya, Kaisar Hirohito. Bersamaan dengan itu dimulailah Era Heisei. Akihito menjadi kaisar Jepang ke-125.

 

Akihito: Krisis Keuangan

Hancurnya sektor bisnis properti dan krisis keuangan di Asia pada pertengahan 1990-an menjadi beberapa masalah terpenting selama masa kekuasaan Akihito sebagai kaisar. Selain itu, modernisasi peraturan Rumah Tangga Kekaisaran juga sangat penting dilakukan dalam tahun-tahun tersebut.

Lepas Gelar Putri Sayako

Putri Kaisar, Putri Sayako, melepaskan gelarnya ketika menikah dengan orang biasa pada November 2005. Suaminya adalah Yoshiki Kuroda, seorang pejabat di Departemen Perkotaan Tokyo.

Kaisar Akihito: Pakar 'Ichthyology'

Salah satu hobi Kaisar Akihito adalah mendalami /ichthyology/. /Ichthyology/ merupakan cabang zoologi yang berfokus pada ikan. Akihito telah menerbitkan makalah penelitian tingkat tinggi di beberapa jurnal ilmiah tentang topik ini.

Akihito: Nama Ikan

Sebagai penghargaan atas ketertarikannya pada biologi kelautan ini, maka diberikanlah nama kepada sebuah jenis ikan gobi dengan nama '/exyrias akihito/'.

Akihito: Penyakit

Akihito menjalani operasi kanker prostat pada tahun 2003 dan operasi /bypass/ pada tahun 2012. Selama pemulihannya, putra sulungnya, Naruhito, menjabat sebagai wakil.

Akihito: Turun Tahta

Akihito adalah kaisar pertama yang turun tahta dalam dua abad terakhir. Prosesnya memakan waktu tiga tahun. Pada 2016 ia mengumumkan keinginannya untuk pensiun, dan pada tahun 2019 di usianya ke-85, ia memberikan kekuasaan kepada putra sulungnya.

Akihito: Turun Tahta

Kaisar Akihito turun tahta dengan upacara tradisional Jepang pada bulan April 2019.

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako

Generasi baru Kekaisaran Jepang siap mengambil alih.

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako

Dengan penobatan putra sulungnya, Naruhito, sebuah babak baru dimulai di Jepang. Era ini disebut Era Reiwa.

Keluarga Kekaisaran Jepang

Ini adalah kaisar dengan permaisuri dan putri mereka Toshi Aiko.

Permaisuri Masako

Permaisuri Masako adalah putri tertua seorang diplomat senior dan presiden Mahkamah Internasional. Dia menghabiskan masa kecilnya di Moskow, New York dan Jepang. Dia mampu berbicara dalam lima bahasa.

Putri Toshi Aiko

Putri Aiko lahir pada 1 Desember 2001. Dia adalah anak tunggal Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako. Putri Aiko suka bermain musik dan menulis puisi. Nama 'Aiko,' jika ditulis dalam huruf Kanji, berarti "seseorang yang mengasihi sesamanya".

Kaisar Naruhito: Tantangan

Naruhito harus menghadapi negara yang telah mengalami kemandekan ekonomi sejak lama. Ada pula tantangan khusus dalam Rumah Tangga Kekaisaran perihal perempuan. Menurut tradisi Jepang, perempuan tidak bisa mewarisi tahta, tetapi aturan ini masih terbuka untuk didiskusikan. 

Kaisar Naruhito dan Trump

Kaisar yang baru langsung bekerja. Salah satu tugas resmi pertamanya adalah menerima presiden Amerika Donald Trump dan ibu negara Melania dalam kunjungan kenegaraan. 

Kaisar Naruhito dan Trump

Presiden Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tampak rukun. Tidak mengherankan jika presiden Amerika Serikat menjadi salah satu tamu pertama kaisar.

Kaisar Naruhito Di Sidang Parlemen Jepang

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kaisar baru juga membuka sidang parlemen pada 2019. 

Teka-teki Penerus Tahta Jepang

Naruhito hanya memiliki satu putri. Jika sistem yang berjalan sekarang tidak direformasi, maka putri Naruhito ini tidak bisa menjadi kaisar Jepang berikutnya. Dua nama lain yang berada dalam urutan sebagai pewaris adalah saudara laki-laki Naruhito, Pangeran Akishino, dan keponakannya Hisahito.

Putra Mahkota Akishino

Nama panggilan yang diberikan kepada Akishino adalah Fumihito. Ia lahir pada November 1965. Putra kedua Akihito ini menempuh pendidikan di Oxford untuk mempelajari taksonomi ikan. Dia menikah pada tahun 1990 dengan Kiko Kawashima, yang dia kenal sejak kuliah di Jepang. Mereka memiliki tiga anak: Puteri Mako, Puteri Kako, dan Pangeran Hisahito.

Putri Mako dan Putri Kako

Putri Mako menjadi idola pada tahun 2004 ketika dia mengenakan "Sailor Fuku", yaitu seragam sekolah Jepang yang dalam budaya populer dikaitkan dengan perilaku remaja yang seenaknya. Putri Kako juga menarik banyak perhatian karena kecantikan dan keanggunannya.

Putri Mako

Putri Mako adalah anak perempuan Akishino yang tertua. Saat ini telah bertunangan dengan Kumuro Kein. Setelah menikah nanti dia harus meninggalkan keluarga kekaisaran, seperti yang terjadi pada Putri Sayako, adik perempuan ayahnya. 

Putri Mako

Putri Mako lulus dari Universitas Kristen Internasional di Mitaka. Dia mempelajari Studi Museum dan Sejarah Seni di Universitas Edinburgh.

Putri Mako: Perjalanan Tugas

Dia berkeliling dunia mewakili keluarganya. Pada 2019 ia mengunjungi Peru dan Bolivia.

Putri Kako

Putri Kako belajar di luar negeri, di Universitas Leeds, di mana ia menyelesaikan program Seni Pertunjukan dan Psikologi.

Apakah Putri Kako Sudah Punya Pacar?

Terlepas dari popularitasnya, ternyata tidak ada yang tahu kehidupan cinta Putri Kako. Mungkin putri cantik ini masih menyembunyikan kisah romansanya.

Putri Kako

Terlepas dari apakah mereka nantinya menikah dengan seorang bangsawan atau rakyat jelata, perempuan seperti Aiko, Mako, dan Kako tidak dapat menjadi pemimpin Kekaisaran Jepang kecuali hukumnya diubah.

Pangeran Hisahito

Jadi, apakah dia yang akan menjadi kaisar di masa depan? Pangeran Hisahito lahir pada tahun 2006 sebagai anak bungsu dari putra mahkota Akishino. Dia adalah anak lelaki pertama yang lahir di keluarga kekaisaran sejak kelahiran ayahnya pada tahun 1965.

Keluarga Kekaisaran Jepang

Berita seputar keluarga kekaisaran Jepang ini akan terus kita ikuti. Siapa tahu akan terbuka kemungkinan bagi perbaruan hukum, yang memberikan kesempatan kepada perempuan sebagai pewaris tahta.

Más para ti